Kamis, 11 Desember 2014

Mengagumi secara diam.


Disaat awal bertemu denganmu, aku sudah merasakan rasa suka denganmu. Sering aku melihat senyum dan tawamu disaat dirimu bersama sahabat-sahabatmu. Terkadang aku ingin sekali menyapamu dengan say “Hi” atau memangil namamu. Tapi aku malu, bingung harus berbicara apalagi setelah mengatakan itu.

Ingin diriku bertanya kepada temanku tentang dirimu, tapi aku tak berani. Entah mengapa, mungkin hati ini takut terluka saat tau dia sudah ada yang memiliki. Mungkin saat ini aku hanya bisa melihat dirimu, senyum dan tawamu dari kejauhan mata terpandang tanpa bisa memilikimu sepenuhnya. Menyenangkan memang tapi sering juga merasakan bingung, penasaran dan lelah dengan semua ini. 
Read More

Perjuangan yang diabaikan.

Sering sekali aku merasa lelah, lelah memperjuangkan dirimu yang mengabaikanku walau dirimu tahu aku sedang memperjuangkanmu. Lelah memang, tapi entah mengapa hati ini selalu ingin kan dirimu. Terkadang aku berpikir. “aku bodoh karena cinta.” Berjuang demi seseorang yang tak pernah sedikitpun mengubris tentang perjuanganku. Meski aku pernah untuk berhenti memperjuangkanmu, mencoba bersikap biasa saja. Tapi mengapa tidak bisa.

Terkadang temanku sering berkata “bodoh banget lo! Gak capek apa ngejar dia? Dia aja gak suka sama lo.” Tapi hati merasa tak peduli walau logika sering berpikir sama apa yang sering dikatakan teman. Mungkin saat ini hati ini belum menyerah. Tapi tidak tahu kedepannya. Aku akan menikmati perjuangan ini walau lelah dan perih.

Read More

Rindu yang tak bertemu.

Sudah lama aku rindu denganmu, rindu masa-masa saat kita bersama dulu. Disaat kita bercanda, melihat senyum dan tawamu yang begitu indah. Entah, sekarang dimana dirimu. Tak pernah terlihat kabar melalui social media. Aku yakin kamu tak tahu kalau diriku sering menanyakan kabar dirimu melalui teman terdekatmu. Disaat rindu ini memuncak hal terkahir yang sering kulakukan adalah merindukanmu lewat doa. “Ya allah, Tolong sampaikan rindu ini kepadanya, saya sangat rindu. Pertemukanlah kami suatu saat untuk melepas rindu ini.”

Ingin sekali aku bertemu dengan mu. Melepas rindu ini yang sering memuncak disaat aku memikirkanmu. Walau terkadang air mata ini sering turun melewati ini pipi, tetap rasa rindu ini sering terjadi. Semoga kita bisa bertemu suatu saat nanti.

Read More

Melupakan atau mengikhlaskan?

Sulit memang tuk melupakan seseorang yang pernah singgah dihati kita, Apalagi banyak moment manis yang sulit dilupakan. Mungkin diriku sudah tak bersamu namun hati dan pikiranku sulit tuk melepas atau melupakanmu. Walau kita sudah lama tak bersama, pikiran ini selalu memikirkanmu. Entah seperti menanyakan dirimu pada diri sendiri dalam pikiran ini. “sedang apa yak dia?” “apakah dia masih mengingatku?” pertanyaan seperti itu sering ku tanyakan pada diriku sendiri.

Namun aku mulai berpikir, memang begitu sulit melupakan seseorang yang dulu kita sayang. Aku pun mulai mencoba mengikhlaskanmu. Memang sulit tapi aku akan mencoba melakukan itu. Mungkin suatu saat aku akan rindu dan mengingatmu kembali tapi tidak dengan sedih karena diriku telah mengikhlaskanmu walau dirimu bahagia bersama orang lain. Dan aku pun akan mencoba membuka pintu hati secara berlahan. Meski itu butuh proses.

Read More