Jumat, 04 Maret 2016

Kamu telah jauh

Entah apa yang sedang aku rasa saat ini, aku sepertinya sedang merasa sebenar-benarnya sebuah rindu. Ini memang sering kali terjadi, hampir setiap malam. Apalagi saat kamu telah jauh, jauh dibawa terbang oleh malaikat menuju surga. Iya itu memang tempat impianmu sejak kamu lahir di dunia, tapi kenapa harus secepat ini. Padahal aku baru saja merasa bahagia, merasa semangat untuk memulai hari.

Aku masih ingat hari itu, hari itu ketika aku sedang melakukan aktivitas seperti biasanya dan kemudian ponsel ku berbunyi dan saat itu aku membaca pesan dari saudaramu, pesan yang bagiku pesan yang paling aku benci. Pesan yang berisikan bahwa kamu telah dijemput Maha Pencipta, dan seketika itu aku meneteskan air mata. Aku menyendiri di sudut kamar, aku tak percaya, semuanya seperti mimpi, aku yakin itu hanya mimpi, air mata itu terus menetes. Dan karena kejadian itu aku mulai tak bersemangat untuk menjalani hari.

Aku merasa ini terlalu cepat, sungguh tak adil. Mengapa ketika aku menemukan seseorang yang benar-benar mencintaiku dan mau menerima aku apa adanya harus pergi secepat ini. Ya rabb..

Kini kamu telah jauh, walau terkadang aromamu sering tercium oleh indera penciumanku, aroma yang menggambarkan kalau kamu sedang berada dekat dengan ku. sekarang tak ada lagi suara tawamu, tak ada lagi hal-hal nyebelin yang kamu buat, tak ada.

Saat ini hanya doa yang bisa ku kirim, doa-doa yang selalu aku panjatkan ketika aku sedang dekat-dekatnya dekat Tuhan. Ya, aku memang terkadang terbangun dari lelapku, karena tak kuat merindumu lewat mimpi, dan saat itu aku hanya bisa ber-Tahajud, mengadu kepada-Nya kalau aku sedang merindumu.


Sudahlah, mengenangmu memang tak akan ada habisnya. Dan semoga kamu bahagia di sana, amin.
Read More

Senin, 22 Februari 2016

Malam itu di puncak, dan lagi lagi aku dibuat nyaman.

Malam ini aku berada di tempat yang aku suka; sepi, sejuk, dan ada berbagai suara dari hewan dan air yang mengalir.

Di sini aku bisa merasakan sebenar-benarnya sebuah rindu, dengan mudah pikiran ini meresap tentangmu.

Selain suasana, aku juga suka dengan keadaan di sini, di kelilingi kebun dan sungai kecil yang mengalirkan air yang begitu jernih.

Dan tanpa sadar, malam sudah larut, pagi tak sabar menyapa. Dingin semakin menusuk, dan seketika aku menebak-nebak perihal perasaan ini. "Hingga sekarang, masihkah pantas kau ku tunggu?" - Tanyaku dalam diri.

Sudahlah, aku tau kau memang jago perihal membuatku berharap dan kemudian membuat jatuh dengan cemburu yang kamu buat. Sering ini terjadi, apalagi ketika kamu tak merasa bersalah berbahagia denganya di hadapanku.

Jika boleh jujur, aku pernah memikirkan menyerah karena lelah mengejar mu, tapi kau sendiri yang menyuruhku tuk terus tetap berlari hingga garis finish. Aku memang keegeran perihal dibuat nyaman dengan kau, entah kenapa, bagiku aku bisa merasakan hal yang berbeda ketika denganmu, yaitu; bahagia.
Read More

Rabu, 10 Februari 2016

Aku terjebak sepi.

Dengan sunyi aku ditemaninya
Tersungkur di sebuah ruangan
Tertikam dalam rindu
Karenamu alasannya


Aku terjebak sepi
Dan akupun memilih mengenangmu
Mengingat hal-hal yang bagiku indah
Pada saat itu



Angin malam lewat tanpa permisi
Ku ingin sekali bertanya padanya
Tapi belum sempat aku bertanya pada angin malam
Kau sudah dibuat bahagia olehnya

Meninggalkanku dengan jerat yang susah ku lepas
Membuat aku sulit melangkah
Aku telah terkunci karenamu
Mencoba ikhlas yang bagiku sangat berat

Sudahlah
Aku juga mulai pasrah
Bukan menyerah
Tapi inilah yang dinamakan lelah
Read More

Lagi lagi aku tenggelam.

Lagi lagi aku tenggelam
Tenggelam dalam lautan yang kau buat
lautan yang berisikan segala hal yang indah
lebih tepatnya banyak bahagia di situ.

Kita sama sama mengeratkan kedua lengan kita
Saling menjaga satu sama lain

Berada di dekatmu ialah hal yang paling aku suka
Selain nyaman aku juga merasa ada yang berbeda
Entah itu apa
Hingga sekarang aku belum menemukan jawabannya

Inilah kisah kita
Aku selalu meminta
Kepada Maha Pencipta
Tentang kita
Sebagaimana kelanjutan ujungnya

Hal-hal yang membuat diriku keluh kesah
Setumpuk masalah
Dan, berbagai macam variasi pikiran yang membabi buta
Semuanya lenyap ketika kita sedang berdampingan.

Dan lagi lagi aku tenggelam
Di dasar perasaan
Yang membuat aku meluapkan semuanya
Yang biasa ku sebut dengan tulisan.









Read More