Selasa, 10 Januari 2017

Kita saling membahagiakan tapi tak ada kesepakatan

Hingga saat ini, aku selalu merasa nyaman, dan tenang ketika dekatmu. Bukankah kau seperti itu juga? Aku rasa iya. Kita memang saling ada, kau ada ketika aku merasa jenuh menghadapi semesta, dan sebaliknya. Jika boleh meminta kepada Sang Pencipta, aku selalu ingin ini terus tercipta kepada kita berdua. Bahagia, pastinya...

Aku pernah berfikir, kita bak sepasang kekasih ketika sedang mengawali sebuah hubungan; selalu manis, tak mempunyai beban dan selalu merasa nyaman. Padahal kita belum memiliki kesepakatan untuk menjalin sebuah hubungan. Kita masih berteman pada hakikatnya, tapi aku selalu merasa kau lebih dari seorang teman.

Entah sebagaimana kelanjutannya, kita semakin dekat atau akan berlahan menjauh karena salah satu dari kita mulai merasa bosan, dan kau mulai mempunyai alasan lain untuk tersenyum, yaitu orang baru.

Iya memang kita belum ada kesepakatan, aku tidak bisa melarang kau, beginilah rasanya mempunyai teman rasa pacar. Bahagia tanpa memikirkan hal-hal yang ada dalam hubungan, tapi kau juga bisa pergi seenaknnya.
Read More

Minggu, 09 Oktober 2016

Saling mengingatkan

Bagimana kita saling mengingatkan?
Aku ingatkan agar kamu tidak salah memilih orang lagi,
Kamu ingatkan aku untuk tidak tidur larut malam hingga pagi hari.

Bagimana kita saling mengingatkan?
Aku ingatkan kamu agar tidak lupa makan siang,
Kamu ingatkan aku untuk berhati-hati jika sedang mengendarai kendaraan.

Bagimana kita saling mengingatkan?
Aku ingatkan kamu untuk tidak lupa mengerjakan tugas kuliah,
Kamu ingatkan aku ketika aku lupa waktu melakukan ibadah.

Bagimana kita saling mengingatkan?
Bagaimana?
Demi kebaikan kita berdua, menurutku.
Jika kamu setuju, mari kita bangun komitmen kita untuk saling mengingatkan.




Read More

Senin, 08 Agustus 2016

Kamu sekarang dimana?

Hai, kamu sekarang dimana?
Kamu yang dulu marah kalo aku tidur pagi
Kamu yang bangunin aku penuh dengan notif chat di pagi hari
Kamu yang tetap melakukan akan hal itu padahal itu hal yang percuma
Ehehe, maafkan aku ya...


Kamu sekarang dimana?
Aku nggak tau penyebab sebenarnya kita bisa sejauh ini
Setauku, kita dulu masih sering memberi kabar, memberi perhatian
Dan membicarakan hal yang nggak jelas
Iya, hal yang nggak jelas, hal yang nggak penting sebenarnya
Tapi kita dibuat tersenyum oleh itu.


Kamu sekarang dimana?
Jika nanti kamu lelah menjelajah
Hijrah lah ke sini
Kita berbagi cerita kembali
Dan aku pastikan kamu akan kuterima dengan senang hati.

Kamu sekarang dimana?
Aku di sini
Menunggu
Datanglah ke sini, sayang...

Read More

Senin, 20 Juni 2016

Bersiap patah hati

pict by tumblr



Orang bilang, berani jatuh hati harus juga bersiap patah hati. Ternyata itu benar adanya. banyak hati hati yang patah, ketika batas jatuh hati telah dikalahkan oleh kecewa. Banyak orang di sana yang sedang merasakan apa itu jatuh hati; tersenyum ketika melihat ponsel di genggamannya karena membaca kabar dari orang yang disayang atau juga karena bisa bertemu dan menghabiskan waktu dengan kekasihnya. Tapi tanpa mereka sadari, mereka harus juga bersiap patah hati, entah kapan itu. Percayalah, tak ada kata ‘selamanya’.

Dan ketika patah hati itu datang menerpa dirimu, kau harus bersiap. Bersiap dengan keadaan yang akan menuntutmu bersikap seakan baik-baik saja di depan orang. Padahal hatimu sedang remuk, sedang hancur berserakan. Tapi kau tak ingin orang lain tau, kau hanya ingin merasakannya sendiri, menunggu hati segera pulih, sampai batas waktu yang belum kau sadari kapan itu terjadi.

Patah hati memang begitu, menyakitkan. Kau harus bisa menerima kenyataan di saat kau merasa jatuh hati kemudian kau akan merasakan apa itu patah hati juga. Adil memang.

Tapi nanti jika proses pemulihan patah hatimu selesai, kau akan mengerti dan belajar dari sebuah kesalahan di masa lalu, kau akan memperbaikinya, dan kau bakal lebih terlihat tangguh dan bersiap berbahagia lagi.


Read More