Hingga saat ini, aku selalu merasa nyaman, dan tenang ketika
dekatmu. Bukankah kau seperti itu juga? Aku rasa iya. Kita memang saling ada,
kau ada ketika aku merasa jenuh menghadapi semesta, dan sebaliknya. Jika boleh
meminta kepada Sang Pencipta, aku selalu ingin ini terus tercipta kepada kita
berdua. Bahagia, pastinya...
Aku pernah berfikir, kita bak sepasang kekasih ketika sedang mengawali sebuah hubungan; selalu manis, tak mempunyai beban dan selalu merasa
nyaman. Padahal kita belum memiliki kesepakatan untuk menjalin sebuah hubungan.
Kita masih berteman pada hakikatnya, tapi aku selalu merasa kau lebih dari
seorang teman.
Entah sebagaimana kelanjutannya, kita semakin dekat atau
akan berlahan menjauh karena salah satu dari kita mulai merasa bosan, dan kau
mulai mempunyai alasan lain untuk tersenyum, yaitu orang baru.

