Minggu, 17 Maret 2019

Seseorang itu kamu.


Terimakasih telah menjadi orang yang pertama memberi sapa semangat dengan ucapan lewat pesan ponsel berupa; “hai, selamat pagi. Semangat, jangan kalah dengan hari ini!” hampir setiap paginya. Sapaan yang tiba-tiba berubah jadi salah satu alasan aku termotivasi menjadi kuat atas masalah-masalah yang akan aku hadapi. Ternyata benar, ucapan mesra di pagi hari dari seseorang yang kita tunggu bisa merubah semuanya, terlebih khusus untuk memulai hari. Dan itu aku dapatkan, dari kamu. Bahagianya.

Aku masih belum percaya kita bisa sedekat ini, sedekat sekarang, sedekat yang dulu aku inginkan. Dulu tegur sapamu begitu mahal dan terbilang sulit didapatkan. Sekarang begitu beruntungnya aku mendapatkan cerita harimu lebih awal; kekesalan pada tugas kuliah hingga sedihnya kamu karena bm dirimu yang belum tepenuhi. Aku dapatkan keluh kesal itu, dan kamu jadikan aku orang pertama yang mendengarkan itu semua.

Sekarang kamu telah menjadi pengingat ketika aku lupa akan semesta. Mengingatkan untuk tidak terlalu boros pada suatu hal, mengingatkan agar aku selalu bersyukur atas apa yang sudah dimiliki, dan mengingatkan kalau aku bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Semuanya kamu ingatkan yang sebelumnya terkadang aku lupa dengan itu semua. Iya, denganmu aku lebih baik. Sampai saat ini.

Sepertinya aku perlu mengucapkan beribu terimakasih kepada Tuhan atas jalan cerita yang bahagia ini, dan jutaan rasa syukur yang harus dipanjatkan karena bisa sebaik sekarang dengan dirinya menjadi alasan. Terimakasih, Tuhan.

Seseorang itu kamu, karena kamu, dengan kamu.



Read More

Senin, 10 Desember 2018

Kesebelas kali

uploader

Kita kembali merebut itu
Setelah 17 tahun penenatian lamanya
Piala liga yang kita dambakan
Piala liga yang kita harapkan
kembali dalam pelukan

Malam itu
Jakarta pesta pora
Letupan suara petasan bersautan
Beradu dengan suara ribuan orang
Merayakan kemenangan
Merayakan kejayaan

Mereka bilang juara kita hambar
Lewat isu settingan mereka menyerang
“Nggak malu juaranya dibantu?” Cuap mereka
Mereka mengatakan karena mereka gagal
Percayalah, jikalau mereka yang mendapatkan
Mereka tak akan menggoreng isu settingan sekencang dan semangat sekarang 

Semuanya dilalui lewat jeri payah
Langkah demi langkah
Laga setiap laga
Semuanya bermain dengan semangat membara
Demi ribuan orang yang ingin dibuat bangga

Terimakasih untuk pemain
Terimakasih untuk pelatih dan official
Terimakasih untuk manajemen
Terimakasih untuk siapapun kalian yang telah mengawal setiap pertandingan

Mari kita rayakan
Bukankah ini yang kita inginkan?
Yang kita impikan?
Kesebelas kali
Akhirnya didapatkan kembali
Setelah dinanti

Ah, bahagianya...
Persija kembali berjaya
Persija kembali juara
Persija kembali berpesta
Persija kembali membuat 'ibu' kota bahagia






Jakarta, 9 desember 2018.




Read More

Sabtu, 11 Agustus 2018

ASUMSI


Beberapa hari ini aku benci malam
Karena ada sunyi di dalamnya
Dan karena-nya pikiran ini mudah dirasuki
Oleh kenangan-kenangan yang harusnya tidak ku ingat kembali

Musik yang seharusnya jadi penghantar tidur
Sekarang menjadi media antara aku dan rindu
Andai saja dulu aku tidak mundur
Mundur dan menghindar jauh darimu

Masih teringat dugaan ku dulu
Dugaan yang membuat hariku buruk saat itu
Dugaan yang membuat situasi kita seperti ini
Dugaan yang menjadi nyata dan benar terjadi

Padahal hangat peluk mu masih terasa
Belum lama kau buat hariku bervariasi dan berwarna
Membawa diri ini berada pada puncak bahagia
Lalu kau jatuhkan aku pada jurang kesedihan yang mendalam saat itu juga

Gelap mendekap,
Malam ini angin sedang kencang-kencangnya
Dan yang harus kamu tau
Rasa rindu ini selalu muncul
Meminta titik temu

Read More

Sabtu, 28 Oktober 2017

Menjadi Aku

Malam semakin larut. Tak sadar rindu mulai menyusup, entah dari mana dia masuk. Lagi lagi aku tenggelam oleh dinginnya malam, oleh heningnya sepi. Masih teringat bagaimana dekatnya kita, dimana kita masih berada di fase yang aku suka. Belum sejauh ini tentunya. Sekarang kita bak orang tak kenal, tak ada tegur sapa, padahal untuk menanyakan kabarmu saja sebenarnya aku ingin, keadaan yang menyuruhku menahannya.


Menjadi aku, jika boleh berandai, aku ingin kau menjadi diriku. Menunggu kabar walau tak tau kabar itu akan diberi. Mengingkan memperbaiki moodnya yang berantakan walau bukan dirimu alasannya. Dan banyak lagi hal-hal yang aku rasakan, yang begitu sulit dijalankan tapi masih aku pertahankan. Berlebihan? Iya. Dan aku ingin kau menjadi aku. Agar kau merasakan setidaknya sedikit saja.

Menaruh perasaan tapi diabaikan, memang menyakitkan.
Read More