Selasa, 21 April 2015

Beberapa hal yang terjadi dalam hubungan percintaan remaja. [Masa Kini]

Lagi pengen ngomongin cinta nih. Kenapa ngomongin cinta? Karena ngomongin orang dari belakang dosa. Gua mau ngasih tau beberapa hal yang terjadi dalam hubungan remaja masa kini. Kenapa masa kini? Karena masa dulu, masa bersama mantan, Eaak. Kenapa bersama mantan? Kenapa jagung dibakar? Kenapa gua nanya? Alah BACOT!!

Oke, gak usah banyak bacot. Kenapa gak usah…? *tusuk pake pensil alis* Hahaha MAMPUS LO! Gak bisa nanya lagi. Oke langsung aja yuk inilah beberapa hal yang terjadi dalam hubungan percintaan masa kini.


1.  Posesif

Banyak kaum remaja masa kini yang posesif dalam menjalanin hubungannya. Dari yang posesif biasa, berlebihan dan anti mainstream.

Misal:

 [Posesif biasa]


“Yang, kamu udah makan?” | “Belum nih.” | “Makan gih!” | “iyaa iyaa nanti..” | “Makan gak!? Kalo gak aku gak mau ngomong sama kamu.” | “iya yaudah, iya sayang..”

[Posesif Berlebihan]


“Yang, kamu dimana?” | “Lagi makan di MCD yang, sama temen2 aku.” | “Serius? Coba pictnya.” | “Serius sayang, malu yang banyak orang.” | “kalo kamu gak ngasih pictnya berarti kamu boong, bodo kasih pictnya atau kita udahan!!!!??? Pilih buru!” | “Tuh..  mcddepok.jpg”

[Posesif anti mainstream]


“YANK, KAMU LAGI DIMANA?” | “Di café nih yang.” | “YANG JUALAN CEWEK/COWOK?” | “cewek yang.” | “KITA PUTUS!!!..” | *mati* 

2. Kode


Nah, jaman sekarang banyak banget yang suka ngekodein pasangannya. Dari hal kecil sampe hal besar. Dan masih pelakunya seorang perempuan, wanita dan cewek.

Contoh:

“Yang, film fast and forius 7 seru tuh..” | “iya yang, seru banget.” | “iyaa, kamu udah nonton?” | “aku belum nonton, yang.” | “ihh berarti kita sama. Filmnya masih tayang tuh yang di XXI.” | “Oh gitu ya yang, berarti cd bajakannya belum keluar yak? Nanti kalo udah ada beli ah.” 
Contoh:

Dalam hati si cewek. “TAIK! JADI COWOK GAK PEKA BANGET.” Padahal dari percakapan tersebut si cewek mau nonton langsung ke XXI, tapi cowoknya entah pura-pura begok atau begok beneran, mungkin.

3. CEWEK SELALU BENAR DAN COWOK SELALU SALAH.

Nah, you know lah, jaman sekarang mah emang gitu. Cewek tuh selalu benar dan cowok selalu salah. Kalimat itu pun masuk dalam kandungan UUT (Undang-Undang Tipu) dalam pasal 69 ayat 1 yang berbunyi “Cewek itu selalu benar. Jika dia (cewek) salah, kembali ke kalimat pertama.” #apasih

Misal dan contoh.

Si cowok ngelakuin hal yang salah, dan si cewek marah dan saat si cowok mau minta maaf gak dimaapin sama si cewek ampe bertahun-tahun. Lah , iya. Tapi sebaliknya, kalo si cewek salah dan si cowok mau marah malah dibalikin sama si cewek, ujung-ujungnya si cewek yang jadi marah dan si cowok minta maaf sampe bertahun-tahun. Lah, gitu.


Kesimpulan:
Sebenernya, jika seorang cewek lagi ngambek, balesnya jutek, nyebelin dan singkat. Disitu cewek mau lihat perjuangan si cowok, apakah dia peduli? Atau dia bodo amat-an? Gitu.” –kata mamah gua.





Read More

Minggu, 01 Februari 2015

Dekat tapi tak bersama.



Sering kita pergi bersama walau tak berdua tapi bersama teman-teman kita. Inginku, kita sesekali pergi berdua. Hanya kita. Pergi ketempat wisata atau meminum secangkir kopi hangat sambil bergurau di meja yang kita duduki berdua. Tapi itu hanya sebuah harapan yang ada dalam pikiranku. Entah apa kamu juga merasakan yang sama denganku. Mungkin saat ini tak mungkin kamu begitu.

Waktu terus berjalan, Hati mulai tak ingin selalu diposisi seperti ini. Serasa lelah, ingin mengungkapkan tapi tak bisa. Seperti bisu jika mengatakannya. Lagi pula jika aku mengatakannya dan kamu menjawabnya tak sesuai apa yang aku inginkan, kita menjadi menjauh. Seperti orang tak kenal, Tak bersapa. Itu yang aku takuti sampai saat ini.

Padahal mata ini selalu melihatmu dari dekat, tapi tak sedekat hati kita. Jauh sekali. Jika RAN “Jauh di mata dekat di hati.” Mungkin kalo kita sebaliknya. Atau bukan kita, tapi aku. Karena hanya aku yang merasakannya. Sampai kapan ini terjadi? Mengharapkan dirimu yang tak mungkin. Logika selalu berargument “ayolah paannn… kalo udah tau dia gak mungkin buat apa masih dikejar? Masih ada kok yang lain..” dan aku menjawab lewat pikiran “gua sih pengennya gitu tapi gak tau kenapa gak bisa.”kemudian hati berkata “Jika lo pengen dia. Kejarr dia.” Yaaaa begitulah. Logika dan hati selalu mempunyai keinginan yang berbeda. Entah harus mengikuti kata siapa. Aku bingung.

Sampai saat ini mungkin hanya bisa berharap hingga lelah. Memang saat ini aku sudah merasakan lelah. Ingin ini sudah, tapi disaat aku ingin sudah kamu datang dan mengajak bercanda. Dan disaat itu aku hanya menikmati melihat dirimu tertawa meski tawa itu bukan aku alasannya. Walau tak dariku aku bahagia, Karena melihat dirimu tertawa sudah melupakan sedihnya kisah ini. Kisah kasih yang tak sampai. Kisah yang pedih dan bahagia. Bahagia karena diriku bisa dekat denganmu. Pedih karena tak bisa memiliki.

Dariku, yang terdekat denganmu.
Read More

Sabtu, 10 Januari 2015

Pertemuan yang begitu singkat

Disaat aku bertemu denganmu, aku sudah merasakan hal yang berbeda. Rasa yang beda disaat disampingmu. Entah, akupun tak mengerti bisa seperti itu. Awalnya kita bertemu begitu indah disebuah halte, disaat itu kamu sedang menunggu angkutan umum sambil memegang ponselmu. Dan disaat itu juga aku sedang menunggu temanku untuk menjemputku disebuah halte yang sama. Aku merasakan hal yang berbeda saat. Rasanya beda jika bertemu dengan orang lain. Berselang beberapa saat kamu pergi dengan mobil angkutan umum dengan jurusan yang selalu ku ingat sampai saat ini.

Keesokan kalinya aku mencari tentang mu melalui teman-temanku, meski saat itu teman-temanku tak tahu siapa dirimu. akan tetap aku tetap berusaha mencari tentang dirimu. Begitu lelah memang, tapi mengapa perasaan ini begitu penasaran ingin kenal dengan mu. Dan setidaknya mengetahui siapa namamu saat itu.

Ponselku berbunyi, setelah kulihat hanya notif dari social media yaitu burung biru. Iya twitter.. akupun iseng melihat timeline ditwitter, dan aku melihat teman lamaku sedang mentions-an dengan seoarang cewek. Entah, mengapa perasaan ini penasaran dengan orang yang dimentions dengan teman lamaku. Setalah ku zoom-in avatarnya, ternyata tidak salah lagi. Dia adalah seorang yang sedang kucari. Dia yang membuat penasaran. Dia yang membuat rasa yang begitu berbeda. Akupun memberanikan diri untuk meminta nomor ponselnya meski melalui teman lamaku. Setalah dapat mendapatkan nomor ponselnya aku mencoba mengirimnya pesan singkat. Semakin lama semakin dekat dan semakin nyambung jika sedang berchating-an dengannya. Akupun mengajaknya untuk bertemu disebuah café disebuah mall. Akhirnya kita berkenalan resmi dengan langsung. Dengan seiringnya waktu, hubungan kita semakin dekat dan aku mencoba mengungkapkan apa yang kurasa selama ini. Rasa ingin bersamanya.

Aku mengajaknya bertemu di sebuah café yang sama saat kita berkenalan resmi disaat itu. Aku duduk dikursi dan memesan sebuag coffe hangat sambil menunggu. Aku bertanya pada diri sendiri “kok dia lama banget sih? Tumbenn.” Setelah hampir habis coffe yang ku pesan dia datang bersama seorang cowok. Aku kaget “Itu siapa yak? Semoga aja hanya temannya!” dia pun menghampiriku dan berkata “lama yak? Hehe.. maaf yak.” “hehe iya gapapa kok” jawab diriku. Dia pun mengalkan seoarang cowok yang diajaknya. “oiya, kenalin ini pacar aku.” Begitu sakit rasanya saat itu. Sakit sekali. Mungkin saat itu hati serasa hancur. Serasa ditusuk pensil yang baru diraut. Tapi disaat itu aku menggunakan jurus fake smile (senyum palsu). “hi, gua coeg” kata cowoknya dia “hi, gua irpan.” Karena terasa gak kuat aku memutuskan untuk pergi setalah berbincang selama 30 menit.

Setalah kejadian itu, aku lost contact dengan dia. Aku mencoba ikhlas walau berat. Kan kuingat selalu pertemuan singkat yang begitu indah saat itu.

Dari aku yang pernah menganalmu.
Read More

Kan kuingat dirimu.

Lama terasa sudah lama kita tak bertemu. Masih terlintas jelas raut wajah mu. Wajah yang begitu lucu saat dirimu tertawa. Ingin sesekali aku melepas rindu walau hanya sebentar setidaknya hanya berdua denganmu. Disini aku termenung, terdiam dalam diam, Menunggu tuk bertemu. Masih ingat aroma parfum mu. Aroma yang sangat khas darimu. Aroma yang sering ku hirup saat bersamamu. Masih teringat ucapan dirimu dulu. Ucapan kemarahanmu  jika aku melakukan sesuatu hal yang salah. Dirimu yang bawel jika aku tak menuruti mau mu. Ngeselin memang tapi aku tau maksud tari kebawelan kamu hanya untuk kebaikanku. Perhatianmu sangat kurindukan, sayang.

Aku tak tahu mengapa kita bisa berpisah. Kita yang dulu bersama. Kita yang dulu sering mengucapkan kata sayang saat berpesan lewat ponsel maupun saat kita berdua. Kita yang dulu sering memanggil dengan nama panggilan yang aneh dan lucu. Kita yang dulu telah berbeda dengan kita yang sekarang. Sudah berlalu memang, kadang ku sesali. Sering sekali logika berkata “Ngapain sih mikirin dia! Dia aja gak pernah mikirin kamu! Ayoo cari yang baru bikin dia menyesal telah kehilangan kamu!” tetapi mengapa perasaan ini selalu tak ingin kau jauh. Perasaan yang ingin sekali kamu disampingku. Mungkin kenyamanan yang dulu ku beri sulit untuk dihilangkan. Bukan salahmu, tapi salah mengapa rasa ini ada dalam perasaanku. Rasa kenyamanan dirimu yang dulu kamu beri. Meski kita sudah tak lagi bersama dan mengucap kata sayang.

Mungkin dalam hal melupakan kenangan dirimu aku cemen, aku tak bisa. Sekali pun bisa mungkin itu hanya sesaat. Saat tertawa bersama dengan teman-temanku aku bisa melupakanmu. Tapi, entah mengapa disaat aku sendiri. Disaat aku termenung. Kepala ini selalu memikirkan mu. Ingin rasanya melepas rindu ini. Setidaknya mendengar suaramu, walau itu hanya melalui ponsel. Sulit memang melupakan dirimu yang dulu pernah memberi kenyamanan yang begitu nyaman disaat bersamamu. Tapi kan kurelakan dirimu walau hati ini sakit. Kan ku ikhlaskan dirimu meski hati ini tak ingin melakukannya. Semua kenangan dirimu kan kuingat selalu, sayang.
Read More