Senin, 10 Agustus 2015

Ketika perasaan beradu argument dengan logika.

Ketika perasaan beradu argument dengan logika, entah apa yang sedang ku rasa, semua serasa membingungkan.  Bingung, karena si perasaan tetep kukuh memilih bertahan padahal sudah berapa kali hati ini harus menahan perihnya di sakiti dengan berlahan. Dan disaat itu si logika memberontak untuk pergi dan melepaskan dirinya. “BODOH!” kata logika jika bisa berbicara.

Aku benci situasi dan kondisi seperti ini, benci dimana harus memilih mana yang benar dan mana yang salah. Aku tak mau hal bodoh yang ku pilih, dan aku juga tak mau merelakan orang yang aku sayangi pergi dan meninggalkan.

Memang kita sudah tak ada ikatan, tak ada lagi hak satu sama lain, tapi mengapa perasaan ini tetap ingin dirimu. Aneh. Sepertinya benar kata si logika, Aku memang manusia bodoh. Tapi mungkin saat ini aku masih mengikuti si perasaan. Karena aku tak mau kesalahan fatal yang ku pilih.

Kemarilah jika kamu telah lelah menjelajah, kemarilah jika kamu sudah bingung untuk hijrah mencari bahagia, kemarilah jika kamu benar-benar ingin memulai cerita kembali bersamaku. Kemarilah, aku disini menunggumu dengan keringat mengucur dan air mata mengalir melewati pipi dan jatuh membasahi semesta ini,

                                                                                                                               

Dariku, manusia bodoh. Untukmu, yang menyakiti dan yang ku nanti.
Read More

Minggu, 14 Juni 2015

Terimakasih pernah ada.

Untukmu, terimakasih sudah pernah ada dalam kisah kecil yang pernah kita buat bersama, saat itu kita adalah pemeran utama-nya, walau pada akhirnya kisah kita selesai dengan begitu tragis, mungkin bagiku.

Sekarang, tak ada lagi saling sapa, saling menanyakan kabar, hingga tak ada lagi kata menyuruh agar tidur tidak larut malam. Tak ada lagi.

Kini kamu dengan dirinya, membuat kisah yang begitu bahagia. Walau aku di sini sedang bersama beberapa lembar kenangan kita dulu, sambil mengingat perpisahan yang terjadi saat itu. Kita sama-sama mementingkan ego saat itu, tapi apalah, penyesalan memang datangnya terlambat.

Sesekali jika rindu ini menerpa, aku tengok beberapa photo album kita dulu, dan seketika aku berkata dalam hati “ya tuhan, aku rindu dia.” Kemudian beberapa tetes air jatuh dari mata membasahi pipi yang dulu pernah kamu cubit.

Sudahlah, aku hanya orang bodoh nan tolol yang masih berharap kamu datang kembali untuk melanjutkan kisah yang sudah terjalin dulu. Berbahagialah dengannya, biarkan aku di sini menjadi pecandu rindu. Dan terimakasih pernah ada. Disini, aku rindu kamu, sayang.
Read More

Senin, 08 Juni 2015

Tentang kita, dan dia.

Kita adalah keterkaitan yang tak bersama, Kita adalah sepenggal kisah yang saling membuat tawa tapi tak nyata, Mengapa tak nyata? Karena kamu masih berharap dengan dirinya, dirinya yang sedang sibuk membuat bahagia orang lain. Kamu tak sadarkah? Ada seseorang yang sedang serius ingin membuat dirimu bahagia, ya, aku. Tapi kamu sedang sibuk mencarinya, padahal kamu sudah tahu keberadaan dia, dia yang sedang saling membuat sebuah cerita dengan kekasihnya.

Kamu bodoh! Dan aku-pun! Kamu bodoh, masih berharap dia datang mengampirimu dan menemani kesendirianmu, membuatmu tersenyum dengan pesan singkatnya, padahal itu ketidakmungkinan. Aku-pun begitu, bodoh! Menunggu seseorang yang sedang sibuk menunggu orang lain, mengharapkan seseorang yang sedang sibuk berharap dengan orang lain. kita sama-sama sedang bertahan dengan ketidakpastian, kita sama.

Tapi aku ikhlas, aku rela dan bangga denganmu. Kamu begitu setia menunggu dia kembali, walau hati-mu selalu terluka ketika mendengar tentangnya yang bahagia dengan kekasihnya. Biarlah aku disini menemanimu, setidaknya sedikit menutupi hati-mu yang sedang terluka. Meski tak begitu berpengaruh, tapi aku selalu siap menemani dirimu. Dan jika dia kemudian datang kembali menemuimu, berarti tugas-ku sudah selesai.

Aku pergi dengan sebuah senyuman dan harapan, harapan ketidakmungkinan, harapan yang tak ada kepastian, dan harapan yang tak seharusnya terjadi. Tapi aku begitu bangga denganmu, kamu rela tersakiti dan bertahan demi menunggu seseorang yang kamu puja-pujakan. Mungkin ini yang dinamakan kesetian.

Lupakan lah tentang kebersamaan kita, berbahagialah dengannya, aku disini merasa bahagia, walau sesekali rindu ini menyapa. Biarkan aku disini merangkai kata demi kata untuk melepas rindu, biarkan.


Berbahagialah dengannya, sayang.
Read More

Senin, 25 Mei 2015

6 Tips Move On. [Ala Gue]




Halo masa lalu, aku udah sama masa depan dong. Apa kabar kamu? Iya kamu yang dulu hobby nyakitin+ngecewain aku. Disini aku udah bahagia. Ciyee nyesel.”  - Kata yang sudah move on.


Boom! Gue mau bahas tentang move on lagi nich, eak. Sebelumnya gua pernah ngeposting “Definisi Move On” Dan sekarang gue mau ngasih tau tips move on dari gue yang belum bisa move on dari dia. Lah.

Sebelumnya, Gue mau ngasih tau dulu buat kalian, Move on itu gak segampang lo bisa ngejilat kuping lo sendiri, gak semudah itu. Move itu butuh proses dan perjuangan, serius. Banyak rintangan dan tantangan yang harus dilewati, kayak benteng takeshi gitu. Tapi jika berhasil hati lo sedikit terasa lega dan gak seresah dulu saat lo masih mengingat beberapa kenangan bersamanya.

Loh kok gue malah ngingetin. Pfft


Okey, Inilah 6 Tips Move On Ala gue yang belum bisa move on.


1. Hindari Barang-barang yang bisa mengingatkan lo kepada dia.

Ini memang yang paling menghambat lo untuk move on, Jika lo bener-bener ingin lepas dari dia, buang barang-barang yang dia kasih, ato gak sini mending buat gue aja, haha. Eh tapi serius, Gak berguna juga lo masih nyimpen barang dia, apa lo mau terus-terusan gak mau lepas dari dia? Padahal dia aja udah bahagia sama yang lain, begok amat lo. Buang semua barang dari dia, kalo perlu dijual di tokopedia, kalo laku kan mayan jadi uang. haha. 


2. Hapus chat-chat dari dia.

99.69%  Seseorang yang masih belum bisa move on pasti masih suka baca chatting-an saat masih sama orang yang dulu-nya pernah mengisi hari-harinya. Ini juga paling menghambat laju lo buat move on, kadang saat lo baca chattingan dari dia dulu, membuat lo senyum-senyum sendiri, dan gak kelamaan membuat kangen kemudian nangis. tapi inget, kalo lo gini terus gimana mau berjalan ke depan? Pfft. Hapus chat dari dia, sekarang juga. #maksa


3.  Membuka diri dengan keadaan atau status yang baru.

Ini penting, Jangan gara-gara lo masih belum bisa move on dari dia, lo malah nyia-nyia’in orang yang selalu ada buat lo, bikin lo bahagia saat lo sedih, bikin lo lupa akan kesedihan lo, dan laen-laen. Inget, ketika perasaan lo masih terpaku sama orang yang ninggalin lo begitu saja, kemudian ada orang yang begitu tulus nerima lo apa adanya, malah lo tolak begitu saja. Suatu saat lo bakal nyesel. So, mencobalah membuka hati dengan secara berlahan untuk keadaan atau status yang baru.


4. Sering-sering habiskan waktu bersama teman.

Temen emang yang terkadang bikin lupa diri sama keadaan atau masalah yang sedang dihadapi, temen juga yang terkadang bikin kita ketawa terbahak-bahak hingga lupa apa itu kesedihan. Itulah gunanya teman. Dan lo juga bisa menghabiskan waktu bersama temen-temen lo dengan cara seperti:

-Nongkrong di café bareng temen.

- Shopping bareng temen.

-Ngegame bareng temen

-Atau gak ngumpulin sedotan bareng temen.

Setidaknya, lo bisa melupakan sejenak dan membuat hati lo terasa baru di refresh, sedikit segar. Yang tadinya hanya bisa murung dalam kamar sampe gak makan berwindu-windu.


5. Enjoy With Your Life.

Cuman ngingetin, hidup lo cuman sekali, kalo 13 kali gapapa deh. Manfaatin sebaik mungkin. Jangan cuman ngingetin mantan muluk. Cian amat idup lo kalo cuman gitu doang. Mending lo ngelakuin hal yang 'positive' dan membuat hidup lo terasa 'bermakna'. Ya, seperti ngelakuin hobby yang lo suka. Ya misalanya, lo suka nulis, menulis lah. Siapa tau lo jadi penulis terkenal kayak raditya dika. Atau gak lo suka nyanyi, bernyanyi lah, kalo perlu ikut X-Factor, siapa tau menang kayak fatin. Atau gak lagi, lo suka main boneka santet, ya bermain lah, jika itu membuat hati lo senang. Intinya, lakuin hobby yang lo suka deh.


6. Liburan.

Tips ini boleh dilakukan jika anda mempunyai uang, tapi terkadang modal nekad juga bisa. Liburan! Lupakan sejenak masalah yang ada, dan tinggalkan tempat yang membuat lo jenuh dan yang bikin lo susah lupa akan masalah yang lo sedang tempati saat ini. Berliburlah ke pantai jika lo mau ngerasain luasnya laut, dan ombak yang begitu syahdu. Atau berlibur ke gunung, seperti mendaki, agar lo bisa ngerasain betapa indahnya bumi ini. Atau gak berlibur ke kampong halaman yang udaranya begitu sejuk dan damai-nya hidup di pedesaan.


Memang banyak cara atau tips Move on, Tapi move on juga berasal dari diri sendiri. Mau atau tidak kita ngelakuinnya. Kalo kata raisa kita itu “pemeran utama.” Percuma mereka (teman lo) nyuruh atau memaksa lo buat move on kalo gak ada niatan atau tekad sama sekali untuk move on. Jika lo gak mau move on maka kenangan bersama oramh yang dulu lo cintai bakal menghantui terus menurus selama hidup. So, Cara yang paling ampuh adalah berfikir Positive. Kalo bisa ngaca abis itu ngomong “aku pantas untuk bahagia. #kataradityadika


Oke sekian dari tips yang gua kasih tentang move on ala gue yang belum bisa move on, boleh diikutin tapi jangan ditiru. Lah. Belum move on tapi gegayaan mau ngasih tips move on. Syusadeh, Cassan rusak. Haha.
Read More