Minggu, 09 Oktober 2016

Saling mengingatkan

Bagimana kita saling mengingatkan?
Aku ingatkan agar kamu tidak salah memilih orang lagi,
Kamu ingatkan aku untuk tidak tidur larut malam hingga pagi hari.

Bagimana kita saling mengingatkan?
Aku ingatkan kamu agar tidak lupa makan siang,
Kamu ingatkan aku untuk berhati-hati jika sedang mengendarai kendaraan.

Bagimana kita saling mengingatkan?
Aku ingatkan kamu untuk tidak lupa mengerjakan tugas kuliah,
Kamu ingatkan aku ketika aku lupa waktu melakukan ibadah.

Bagimana kita saling mengingatkan?
Bagaimana?
Demi kebaikan kita berdua, menurutku.
Jika kamu setuju, mari kita bangun komitmen kita untuk saling mengingatkan.




Read More

Senin, 08 Agustus 2016

Kamu sekarang dimana?

Hai, kamu sekarang dimana?
Kamu yang dulu marah kalo aku tidur pagi
Kamu yang bangunin aku penuh dengan notif chat di pagi hari
Kamu yang tetap melakukan akan hal itu padahal itu hal yang percuma
Ehehe, maafkan aku ya...


Kamu sekarang dimana?
Aku nggak tau penyebab sebenarnya kita bisa sejauh ini
Setauku, kita dulu masih sering memberi kabar, memberi perhatian
Dan membicarakan hal yang nggak jelas
Iya, hal yang nggak jelas, hal yang nggak penting sebenarnya
Tapi kita dibuat tersenyum oleh itu.


Kamu sekarang dimana?
Jika nanti kamu lelah menjelajah
Hijrah lah ke sini
Kita berbagi cerita kembali
Dan aku pastikan kamu akan kuterima dengan senang hati.

Kamu sekarang dimana?
Aku di sini
Menunggu
Datanglah ke sini, sayang...

Read More

Senin, 20 Juni 2016

Bersiap patah hati

pict by tumblr



Orang bilang, berani jatuh hati harus juga bersiap patah hati. Ternyata itu benar adanya. banyak hati hati yang patah, ketika batas jatuh hati telah dikalahkan oleh kecewa. Banyak orang di sana yang sedang merasakan apa itu jatuh hati; tersenyum ketika melihat ponsel di genggamannya karena membaca kabar dari orang yang disayang atau juga karena bisa bertemu dan menghabiskan waktu dengan kekasihnya. Tapi tanpa mereka sadari, mereka harus juga bersiap patah hati, entah kapan itu. Percayalah, tak ada kata ‘selamanya’.

Dan ketika patah hati itu datang menerpa dirimu, kau harus bersiap. Bersiap dengan keadaan yang akan menuntutmu bersikap seakan baik-baik saja di depan orang. Padahal hatimu sedang remuk, sedang hancur berserakan. Tapi kau tak ingin orang lain tau, kau hanya ingin merasakannya sendiri, menunggu hati segera pulih, sampai batas waktu yang belum kau sadari kapan itu terjadi.

Patah hati memang begitu, menyakitkan. Kau harus bisa menerima kenyataan di saat kau merasa jatuh hati kemudian kau akan merasakan apa itu patah hati juga. Adil memang.

Tapi nanti jika proses pemulihan patah hatimu selesai, kau akan mengerti dan belajar dari sebuah kesalahan di masa lalu, kau akan memperbaikinya, dan kau bakal lebih terlihat tangguh dan bersiap berbahagia lagi.


Read More

Sabtu, 16 April 2016

Jatuh Cinta Sendirian.

 Dariku, Yang belum paham apa itu cinta.


Jatuh cinta sendirian itu, sakit. Selain harus berjuang sendiri, peduli dan perhatiannya pun tak pernah digubris. Itulah yang sedang aku jalani sampai saat ini, kepadamu, wanita yang membuatku berhenti mencari. Mungkin bisa saja nanti, esok, lusa, atau kapanpun itu, aku lelah dengan kenyataan ini. Perasaan yang terus memilih tetap ada, tapi tanpa disadari, sudah tak seutuh semula.

Benar atau salah, mungkin ya, mungkin.. aku ini tak penting bagimu. Bagian dimana yang membuatmu bosan atas harapku. Karena, apa yang sedang aku rasakan tak sama dengan apa yang kamu rasa. Begitu juga dengan sapa atau chat-ku yang lebih sering kamu abaikan, padahal dari sapa atau chat-ku itu aku hanya memberitahu kalau aku masih ada, di dekatmu. Walau itu sakit, tapi aku terus mengingatkan itu.

Aku pernah bertanya kepada Tuhan; “Apa itu cinta? Apa itu sebenarnya itu cinta? Apakah harus sesakit ini mencinta?” Aku memang tak paham analogi cinta. Karena yang aku tau, aku suka dia, aku ingin menjaga dia, aku ingin membahagiakan dia, dan aku ingin memliki dia sepenuh dan seutuhnya.

Maafkan aku yang telah membuatmu risih, membuatmu kesal dengan tingkah bodoh yang kusebut itu cinta, maaf. Tapi dari semua itu aku hanya ingin memperjuangkanmu dengan gigih, bertahan dan terus menunggu sebuah pasti.

Meraka menyuruhku untuk menyerah, memberitahu kalau kebahagian yang lain masih ada dan banyak, tapi entah mengapa aku masih berharap kamu berubah. Meski kapan kemustahilan itu terjadi.

Kamu tak salah, kamu bisa menolak dan mengelak kapan saja. Aku pun tak memaksa kehendakmu itu, cukup aku yang merasa jatuh cinta sendirian ini. Karena ini hal yang begitu berat dan butuh hati yang kuat.

Untukmu, Yang aku harap berubah.





Read More