Selasa, 12 Mei 2015

Datangnya Sebuah Rindu.




Malam ini, aku terjerat rindu kembali sambil ditemani secangkir kopi yang mulai mendingin dan lantunan musik dari musisi legenda Indonesia, iya Iwan Fals dengan lagu yang berjudul yang terlupakan. Begitu khitmad rindu ini, rindu yang selalu datang dengan sendirinya ketika senja mulai hilang.

Bagaikan kebiasaan sehari-hari, rindu sudah jadi tradisi. Banyak kenang-mu yang kurindukan, moment bersamamu, saat kamu tertawa lepas di depanku, saat kamu merengek manja denganku, masih tergambar jelas itu semua.

Aneh, mengapa rindu ini selalu hadir. Apakah hati ini rindu dengan  hadirmu? Atau hanya ingin mengingat kenangan-kenangan yang berceceran di kepalaku? Jawaban yang belum ku temui sampai saat ini.

Rindu, yang membuat candu dalam kalbu, yang membuat hobby baru dalam hidupku. Dan Yang kutakutkan rasa ini datang kembali, aku takut. Bukan takut tuk memulai cerita kembali tapi takut kita berpisah lagi, perpisahan yang membuat semuanya menjadi hilang dan terlupakan.

Apakah kamu tahu? Jikalau rindu ini memuncak dan tak kuat menahannya, banyak air mata yang berjatuhan. Seperti mendung yang begitu lama, dan ketika hujan, semuanya turun dengan cepat dan deras. Apakah kamu peduli? Tak mungkin, tuk tahu pun kamu tak ingin, bagaimana tuk peduli.
Semua kenangmu, masih ada. Tapi aku harap aku bisa lupa, agar hujan deras membasahi pipi tak ada lagi, agar aku tak menjadi manusia bodoh yang menangismu padahal dirimu saja sedang tertawa bahagia bersamanya. Aku ingin rindu ini hilang, walau susah tuk dilupakan.

Kutulis beberapa kalimat ini dengan air mata yang sesekali menetes melewati pipi yang dulu pernah kau cupit.

                                                                                                          Dariku, Pecandu Rindu.
Read More

Senin, 11 Mei 2015

Kebodohanku




Aku hanya seorang cowok cupu yang menyukai seseorang dalam diam, tak berani mengucap apalagi mengumbar kepada teman. Dalam hati, ingin sekali menugar dia, mengucap sapa, atau memanggil namanya. Tapi apa daya, mulut ini bisu ketika ingin melakukan itu. Seperti tak berani, iya aku cemen dalam hal cinta.

Pernah hati ini merasa resah, ketika perasaan mulai bosan menyimpan namanya dalam hati yang kosong ini. “Aku lelah.” Kata perasaan jika dia bisa bicara.

Kebodohanku, menunggumu dalam kebisuan, menunggumu dalam kesunyian, dan menunggumu dalam hal yang tak ada kepastian.” Sampai kapan ini berlanjut?” kata logika dengan Tanya-nya. “apakah harus kehentikan kebodohan ini, tuhan?” dalam doa ku berucap.

Ini bukan cinta bertepuk sebelah tangan, tapi cinta yang begitu bodoh, menurutku. Aku merasa dibuat bodoh oleh cinta. Aku seperti di hipontis dengan 1 satu kata 5 huruf, iya cinta.

Jika bisa, aku ingin seperti orang lain yang tak sama sekali menyimpan perasaan denganmu, tanpa bersandiwara menutupi perasaan, ingin. Dan jika aku boleh minta, aku tak ingin kamu tahu rasa ini, tapi yang kuinginkan kamu merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan selama ini, wahai cinta.


Kutulis beberapa kalimat ini sambil mememikirkan senyum manismu, sayang.

                                                                                                               

                                                                                               Dariku, yang cemen dalam hal cinta.
Read More

Selasa, 21 April 2015

Beberapa hal yang terjadi dalam hubungan percintaan remaja. [Masa Kini]

Lagi pengen ngomongin cinta nih. Kenapa ngomongin cinta? Karena ngomongin orang dari belakang dosa. Gua mau ngasih tau beberapa hal yang terjadi dalam hubungan remaja masa kini. Kenapa masa kini? Karena masa dulu, masa bersama mantan, Eaak. Kenapa bersama mantan? Kenapa jagung dibakar? Kenapa gua nanya? Alah BACOT!!

Oke, gak usah banyak bacot. Kenapa gak usah…? *tusuk pake pensil alis* Hahaha MAMPUS LO! Gak bisa nanya lagi. Oke langsung aja yuk inilah beberapa hal yang terjadi dalam hubungan percintaan masa kini.


1.  Posesif

Banyak kaum remaja masa kini yang posesif dalam menjalanin hubungannya. Dari yang posesif biasa, berlebihan dan anti mainstream.

Misal:

 [Posesif biasa]


“Yang, kamu udah makan?” | “Belum nih.” | “Makan gih!” | “iyaa iyaa nanti..” | “Makan gak!? Kalo gak aku gak mau ngomong sama kamu.” | “iya yaudah, iya sayang..”

[Posesif Berlebihan]


“Yang, kamu dimana?” | “Lagi makan di MCD yang, sama temen2 aku.” | “Serius? Coba pictnya.” | “Serius sayang, malu yang banyak orang.” | “kalo kamu gak ngasih pictnya berarti kamu boong, bodo kasih pictnya atau kita udahan!!!!??? Pilih buru!” | “Tuh..  mcddepok.jpg”

[Posesif anti mainstream]


“YANK, KAMU LAGI DIMANA?” | “Di cafĂ© nih yang.” | “YANG JUALAN CEWEK/COWOK?” | “cewek yang.” | “KITA PUTUS!!!..” | *mati* 

2. Kode


Nah, jaman sekarang banyak banget yang suka ngekodein pasangannya. Dari hal kecil sampe hal besar. Dan masih pelakunya seorang perempuan, wanita dan cewek.

Contoh:

“Yang, film fast and forius 7 seru tuh..” | “iya yang, seru banget.” | “iyaa, kamu udah nonton?” | “aku belum nonton, yang.” | “ihh berarti kita sama. Filmnya masih tayang tuh yang di XXI.” | “Oh gitu ya yang, berarti cd bajakannya belum keluar yak? Nanti kalo udah ada beli ah.” 
Contoh:

Dalam hati si cewek. “TAIK! JADI COWOK GAK PEKA BANGET.” Padahal dari percakapan tersebut si cewek mau nonton langsung ke XXI, tapi cowoknya entah pura-pura begok atau begok beneran, mungkin.

3. CEWEK SELALU BENAR DAN COWOK SELALU SALAH.

Nah, you know lah, jaman sekarang mah emang gitu. Cewek tuh selalu benar dan cowok selalu salah. Kalimat itu pun masuk dalam kandungan UUT (Undang-Undang Tipu) dalam pasal 69 ayat 1 yang berbunyi “Cewek itu selalu benar. Jika dia (cewek) salah, kembali ke kalimat pertama.” #apasih

Misal dan contoh.

Si cowok ngelakuin hal yang salah, dan si cewek marah dan saat si cowok mau minta maaf gak dimaapin sama si cewek ampe bertahun-tahun. Lah , iya. Tapi sebaliknya, kalo si cewek salah dan si cowok mau marah malah dibalikin sama si cewek, ujung-ujungnya si cewek yang jadi marah dan si cowok minta maaf sampe bertahun-tahun. Lah, gitu.


Kesimpulan:
Sebenernya, jika seorang cewek lagi ngambek, balesnya jutek, nyebelin dan singkat. Disitu cewek mau lihat perjuangan si cowok, apakah dia peduli? Atau dia bodo amat-an? Gitu.” –kata mamah gua.





Read More

Minggu, 01 Februari 2015

Dekat tapi tak bersama.



Sering kita pergi bersama walau tak berdua tapi bersama teman-teman kita. Inginku, kita sesekali pergi berdua. Hanya kita. Pergi ketempat wisata atau meminum secangkir kopi hangat sambil bergurau di meja yang kita duduki berdua. Tapi itu hanya sebuah harapan yang ada dalam pikiranku. Entah apa kamu juga merasakan yang sama denganku. Mungkin saat ini tak mungkin kamu begitu.

Waktu terus berjalan, Hati mulai tak ingin selalu diposisi seperti ini. Serasa lelah, ingin mengungkapkan tapi tak bisa. Seperti bisu jika mengatakannya. Lagi pula jika aku mengatakannya dan kamu menjawabnya tak sesuai apa yang aku inginkan, kita menjadi menjauh. Seperti orang tak kenal, Tak bersapa. Itu yang aku takuti sampai saat ini.

Padahal mata ini selalu melihatmu dari dekat, tapi tak sedekat hati kita. Jauh sekali. Jika RAN “Jauh di mata dekat di hati.” Mungkin kalo kita sebaliknya. Atau bukan kita, tapi aku. Karena hanya aku yang merasakannya. Sampai kapan ini terjadi? Mengharapkan dirimu yang tak mungkin. Logika selalu berargument “ayolah paannn… kalo udah tau dia gak mungkin buat apa masih dikejar? Masih ada kok yang lain..” dan aku menjawab lewat pikiran “gua sih pengennya gitu tapi gak tau kenapa gak bisa.”kemudian hati berkata “Jika lo pengen dia. Kejarr dia.” Yaaaa begitulah. Logika dan hati selalu mempunyai keinginan yang berbeda. Entah harus mengikuti kata siapa. Aku bingung.

Sampai saat ini mungkin hanya bisa berharap hingga lelah. Memang saat ini aku sudah merasakan lelah. Ingin ini sudah, tapi disaat aku ingin sudah kamu datang dan mengajak bercanda. Dan disaat itu aku hanya menikmati melihat dirimu tertawa meski tawa itu bukan aku alasannya. Walau tak dariku aku bahagia, Karena melihat dirimu tertawa sudah melupakan sedihnya kisah ini. Kisah kasih yang tak sampai. Kisah yang pedih dan bahagia. Bahagia karena diriku bisa dekat denganmu. Pedih karena tak bisa memiliki.

Dariku, yang terdekat denganmu.
Read More